LAPORAN PENDAHULUAN dan STRATEGI PELAKSANAAN HARGA DIRI RENDAH

Masalah Utama
Gangguan konsep diri : harga diri rendah

Proses Terjadinya Masalah
Pengertian
Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.
Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara :
Situasional
Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu (korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara tiba-tiba).
Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah, karena :
Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis, pemasangan kateter, pemeriksaan perneal).
Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/ sakit/ penyakit.
Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagai tindakan tanpa persetujuan.
Kronik
Yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sebelum sakit/ dirawat. Klien ini mempunyai cara berfikir yang negatif. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptive. Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa.

Tanda dan Gejala

Menurut Carpenito, L.J (1998 : 352); Keliat, B.A (1994 : 20)
Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. Misalnya : malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker
Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya : ini tidak akan terjadi jika saya segera ke rumah sakit, menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri.
Merendahkan martabat. Misalnya : saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa
Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain, lebih suka sendiri.
Percaya diri kurang. Klien sukar mengambil keputusan, misalnya tentang memilih alternatif tindakan.
Mencederai diri. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan.

Akibat
Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri, isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptive, mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (DEPKES RI, 1998 : 336).
Data Subyektif :
Mengungkapkan untuk memulai hubungan/ pembicaraan
Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain
Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain

Data Obyektif :
Kurang spontan ketika diajak bicara
Apatis
Ekspresi wajah kosong
Menurun atau tidak adanya komunikasi verbal
Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara

Masalah dan Data yang Perlu Dikaji
No Masalah Keperawatan Data Subyektif Data Obyektif
1 Masalah utama : Gangguan konsep diri : harga diri rendah Mengungkapkan ingin diakui jati dirinya
Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli
Mengungkpakan tidak bisa apa-apa
Mengungkapkan dirinya tidak berguna
Mengkritik diri sendiri Merusak diri sendiri
Merusak orang lain
Menarik diri dari hubungan sosial
Tampak mudah tersinggung
Tidak mau makan dan tidak tidur
2 MK : Penyebab Tidak efektifnya koping individu Mengungkapkan ketidakmampuan dan meminta bantuan orang lain
Mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu Tampak ketergantungan pada orang lain
Tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan
Wajah tampak murung
3 MK : Akibat Isolasi sosial : menarik diri Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain
Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain Ekspresi wajah kosong
Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
Suara pelan dan tidak jelas

Pohon Masalah

Isolasi sosial : menarik diri

Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

Koping individu tidak efektif

Diagnosa Keperawatan

Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah
Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan koping individu tidak efektif

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
Masalah : Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Pertemuan : Ke 1 (satu)

Proses Keperawatan

Kondisi : Klien mengatakan malu dan tak berguna
Diagnosa : Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK : 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP)
Orientasi
Salam terapeutik
Selamat pagi, nama saya Suharti, panggil saya Suster Suharti.
Namanya siapa, senang dipanggil apa ?

Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan Heni pagi ini ?
Ada apa di rumah sampai dibawa kemari ? Apa saja yang Heni rasakan ?

Kontrak
Topik
Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan/ hobby atau hal-hal yang biasa Heni lakukan.

Tempat
Mau dimana kita bercakap-cakap ? Bagaimana kalau dikamar perawat ?

Waktu
Mau berapa lama ? Bagaimana kalau 10 menit.

Kerja
Apa yang biasa Heni lakukan di rumah ? Dari kamar tidur dulu deh, terus apa lagi di kamar tamu, di dapur, di halaman. Wah bagus sekali (sambil dibuat daftar)
Sekarang, yang biasa dilakukan di sekolah/ tempat kerja (sesuai keadaan klien)
Apa saja yang Heni senangi dari keluarga ? Bagaimana dengan Ayah, Ibu, adik, kakak, …… (sesuaikan dengan keadaan klien) ?”
Bagaimana pula dengan tempat tinggalnya ? Apa yang disenangi disana ?

Terminasi
Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan Heni setelah kita bercakap-cakap ?

Evaluasi Obyektif
Apa saja tadi kemampuan/ kebiasaan yang Heni lakukan. Bagus sekali ada … kemampuan.
Apa saja tadi yang disenangi di keluarga dan di rumah. Bagus sekali

Rencana Tindak Lanjut
Baiklah Heni, selanjutnya coba Heni ingat-ingat kemampuan Heni yang lain yang belum kita bicarakan. Nanti cerita-cerita pada suster.

Kontrak
Topik :
Nanti kita akan melihat kemampuan Heni yang mana yang masih dapat dilakukan di rumah sakit dan mana yang bisa dilakukan di rumah.

Tempat :
Tempatnya mau di mana ? Bagaimana kalau disini. Sampai nanti Heni.

Waktu :
Bagaimana kalau jam 11.00 nanti kita bertemu lagi.
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
Masalah : Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Pertemuan : Ke 2 (dua)

Proses Keperawatan

Kondisi : Klien telah mengetahui beberapa kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
Diagnosa : Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK : 1. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
Klien dapat memilih kemampuan yang akan digunakan
Klien mencoba kemampuan yang dipilih
Klien menyusun jadual kegiatan harian untuk kemampuan yang telah dicoba

Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP)
Orientasi
Salam terapeutik
Selamat pagi Heni

Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan Heni siang ini ?
Masih ada kemampuan Heni yang belum diceritakan pada suster.

Kontrak
Topik
Masih ingat apa yang akan kita bicarakan sekarang ? Betul, kita akan melihat kembali daftar kemampuan Heni untuk menilai mana yang dapat dikerjakan di rumah sakit. Bagaimana Heni ???

Tempat
Mau dimana kita bercakap-cakap ? Bagaimana kalau di tempat tadi saja ?

Waktu
Mau berapa lama ? Bagaimana kalau 15 menit.

Kerja
Ini daftar kemampuan yang Heni miliki yang telah dibicarakan. Oke, masih ada tambahannya.
Nah, coba kita lihat satu per satu apakah dapat dilakukan di rumah sakit. Yang pertama ini (sebutkan) bagaimana ? Bagus. (teruskan semua kemampuan sesuai daftar sehingga menemukan beberapa kemampuan yang dapat dilakukan di Rumah Sakit)
Heni, kita dapat …… (sebutkan beberapa) kemampuan yang dapat dilakukan di RS. Sekarang coba Heni pilih yang mana yang bisa kita latih sekarang. Bagaimana kalau ini (sesuaikan dengan kondisi klien, waktu pelaksanaan). Bagus sekali.
Mari kita coba (perawat mendemonstrasikan sambil mendorong klien melakukannya langkah demi langkah)
Nah sekarang sudah selesai, mari kita duduk lagi.

Terminasi
Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan Heni setelah melakukan kegiatan tadi (sebutkan kegiatannya). Bagus sekali.

Evaluasi Obyektif
Coba sebut ulang cara mengerjakannya ! Bagus, terus, ya benar (Bantu klien).

Rencana Tindak Lanjut
Bagaimana kalau Heni lakukan terus selama di RS agar nanti di rumah sudah lancar.
Nah mau jam berapa Heni melakukannya ? Kita buat jadwalnya ya, biar Heni tidak lupa.
Oke, jadi mau dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, jadi pada jam 05.30 pagi
Nah, kalau sudah dikerjakan beritahu suster dan nanti kita beri tanda

Kontrak
Topik :
Baiklah, waktu kita sudah habis. Besok kita coba kemampuan yang lain sambil tetap memilih kemampuan yang tadi.

Tempat :
Tempatnya mau di mana ? Bagaimana kalau disini.

Waktu :
Mau jam berapa ? Bagaimana kalau jam 09.00 pagi ? Baiklah, sampai besok.
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)
Masalah : Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Pertemuan : Ke 3 (tiga)

Proses Keperawatan
Kondisi : Klien telah mengetahui kemampuan yang dapat dilakukan di RS, dan telah melatih satu kemampuan yang telah masuk jadual kegiatan harian
(ADL)

Diagnosa : Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
TUK : 1. Klien dapat memilih kemampuan kedua yang akan digunakan
2. Klien mencoba kemampuan kedua
3. Klien memasukkan kemampuan kedua dalam jadual kegiatan harian (ADL)

Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (SP)
Orientasi
Salam terapeutik
Selamat pagi Heni ……

Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan Heni pagi ini ?
Apakah kegiatan yang kita latih kemarin sudah dilakukan ? Bagus sekali.
Coba kita lihat jadualnya, nah kita beri tanda di sini (di jadual) bahwa Heni telah melakukan. Hebat dong Heni.
Kontrak
Topik
Nah, sekarang kita akan latihan lagi kemampuan yang lain. Bagaimana Heni ?

Tempat
Mau dimana kita bercakap-cakap ? Bagaimana kalau di tempat yang kemarin lagi, mari.

Waktu
Mau berapa lama ? Bagaimana kalau 15 menit.

Kerja
Nah, ini daftar kemampuan Heni. Yang ini telah dicoba kemarin. Sekarang Heni pilih yang mana ? Bagus
Nah, mari kita praktekkan lagi. Ikuti suster, dan nanti Heni coba sendiri. (Perawat memberi contoh langkah-langkah pelaksanaannya, sambil memotivasi klien mengikutinya)
Sekarang coba Heni lakukan sendiri sambil suster Bantu. Bagus, teruskan, ya benar, nah Heni bisakan.

Terminasi
Evaluasi Subyektif
Bagaimana perasaan Heni setelah mencobanya sendiri. Ya bagus sekali.

Evaluasi Obyektif
Jadi sudah berapa kegiatan yang Heni lakukan ? Bagus, jadi sudah dua kegiatan
Coba ulangi cara melakukan kegiatan kedua. Ya, benar, terus, bagus sekali.
Rencana Tindak Lanjut
Nah, bagaimana kalau kegiatan barusan juga dilakukan teratur ?
Bagaimana kalau kita masukkan di jadwal kegiatan harian Heni ? Bagus
Nah, mau jam berapa melakukannya (bawa jadwal dan tetapkan bersama klien)

Kontrak
Topik :
Nah, sudah 2 kegiatan yang dilakukan. Bagaimana kalau kita latih lagi kegiatan ketiga

Tempat :
Tempatnya mau di mana ? Bagaimana kalau disini saja.

Waktu :
Mau jam berapa ? Bagaimana kalau seperti biasa jam 11.00 Baiklah, sampai nanti ya.

monggo di Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s